Gondang, Diawali dengan sholat dhuha dan apel di halaman madrasah para siswa-siswi kelas IX yang berjumalah 255 bersiap-siap untuk mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBNBK). Pada ujian ini diujikan tiga mapel yaitu Qur`an Hadis, Fikih dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Ketiga mapel ini wajib diujikan karena mapel tersebut merupakan mapel yang menjadi ciri khas dari sebuah madrasah, adapun mapel Akidah Akhlaq dan Bahasa Arab yang tahun lalu juga diujikan pada UAMBNBK untuk tahun ini ada sedikit perubahan. Kedua mapel tersebut diujikan pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (USBNBK) yang akan dilaksanakn pada awal bulan april mendatang.
Selama tiga hari, mulai dari rabu hingga kamis tanggal 20-22 Maret 2019 sebanyak 255 siswa-siswi MTs Negeri 1 Sragen Mengikuti Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBNBK). Ujian ini merupakan ujian tahun kedua yang menggunakan komputer yang dilaksanakan oleh kementerian Agama. Secara garis besar pelaksanaan ujian tahun ini lebih baik dari tahun lalu dengan adanya perbaikan dalam hal aplikasi dan pengoperasiannya serta manajemenen pengelolaannya.
Kepala MTs N 1 Sragen, Suparman menjelaskan bahwa ujian ini merupakan salah satu ujian wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa kelas IX yang berjumlah 255 anak, selain ujian ini para siswa juga wajib mengikuti USBNBK dan UNBK. Semua rangkain ujian tersebut dilaksanakan bertujuan untuk evaluasi proses pembelajaran para siswa selama tiga tahun belajar di madrasah. Selain itu ujian-ujian tersebut diselenggarakan juga sebagi upaya pemerintah untuk meningkatkan dan memperoleh generasi masa depan yang berbendidikan, agamis dan berkarakter khususnya dilingkungan madrasah.
Hanif Hanani, kepala KanKemenag Kabupaten sragen pada saat kunjungan monev pelaksanaan UAMBNBK di MTs 1 Sragen menuturkan bahwa dengan adanya ujian ini diharapkan dihasilkan output siswa yang cerdas dan pintar dalam ilmu Sains dan Keagaamaan. Selain itu ia juga memuji pelaksanaan UAMBNBK di kabupaten Sragen yang berjalan baik dan lancar, yang mana dengan fasilitas dan dana yang minim dan kurangnya pengalaman dari beberapa madrasah yang belum pernah melaksanakan ujian berbasis komputer akan tetapi kegiatan tersebut bisa berjalan lancar, hal tersebut tentunya tidak terlepas dari kerjasama dari semua pihak dan para masyarakat.